Suatu hari, beberapa minggu yang lalu. Pagi pagi saya diantar ke sekolah oleh adik saya menggunakan motor. Kami melewati salah satu jalan alternatif yang biasa kami lewati. Melewati perumahan yang padat. Di salah satu halaman rumah tidak berpagar, saya melihat seorang bapak sedang berdiri sambil menggendong anaknya, bayi perempuan yang sangat menggemaskan. Berkulit putih, bertubuh gemuk terhiasi 'baby speck', mata belotot dan berambut ikal. Saya taksir bayi perempuan tersebut berusia 9 bulan. Sambil menghadap muka jalan, bapak tersebut menggendong dan memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang orang tua kepada anaknya yang sangat mendalam. Terpancar jelas dari geriknya. Namun sekilas saya melihat wajah bapak tersebut..
Orang itu buta
Pantaskah saya untuk merasa haru? Karena kemudian saya menangis. Sampai sekarang, saya selalu merasa sedih jika ingat hal itu. Apakah ini normal? Ataukah saya memang terlalu mudah tersentuh?
Tampilkan postingan dengan label sadness. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sadness. Tampilkan semua postingan
Jumat, 22 Mei 2009
this kills
Iri hati. Sirik. Mengingat kata kata tersebut terlintas lah pemikiran dan prasangka buruk. Seakan kata tersebut adalah kata kata terkutuk yang tidak boleh diucapkan ataupun diperbuat oleh anak manusia. Perasaan yang dapat timbul karena kata tersebut menurut bahasa adalah rasa tidak rela atas kemenangan atau kebahagiaan orang lain. Suatu kelakuan buruk yang patut dihindari. Namun bukankah setiap orang pernah merasakannya? Jangan munafik, saya yakin kamu yang sedang membaca catatan ini pun pasti pernah merasakan perasaan iri hati yang teramat dalam. Perlu dicatat bahwa sikap iri hati dan sirik bukan sebatas rasa tidak rela atas kemenangan atau kebahagiaan tidak dimiliki oleh seseorang, tapi lebih merupakan rasa ingin memiliki perasaan ataupun sesuatu yang dimiliki orang lain. Saya mengakui bahwa hampir setiap hari saya merasa iri hati terhadap berbagai hal. Meskipun di lain waktu saya masih merasa bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan olehNya kepadaku. Rasa iri hati tetap ada. Mungkinkah saya tidak sepatutnya merasa diperlakukan tidak adil?
My Favorite Seasons
Tahun tahun ganjil, hampir selalu sangat menyenangkan bagi saya. Sebaliknya dengan tahun tahun genap, saya hampir selalu tidak menikmatinya. Setidaknya dalam 8 tahun terakhir. Inilah saat saat serta tahun tahun yang sangat ingin saya kunjungi kembali..
1. Musim semi tahun 2001:
masa kanak kanak yang menyenangkan dan selalu dikelilingi dengan lagu lagu segar, membuat saya serasa tercebur ke dalam danau di suatu hari musim panas yang cerah. Walaupun pada saat itu adalah musim semi.
2. Musim semi tahun 2003:
jika suatu saat saya mendapat kesempatan untuk mencoba mesin waktu dan kembali ke masa lalu, mungkin saya akan segera memilih untuk kembali ke saat ini. Ini adalah salah satu musim semi terindah yang pernah terjadi di dunia. Matahari yang bersinar lemah setiap hari, angin musim semi berhembus ringan, lagu lagu pop yang terdengar seakan menceburkan saya ke dalam sebuah kolam renang yang menyegarkan. Mungkin itulah sedikit perincian klise nya
3. Musim gugur-dingin tahun 2005:
atau lebih baik disebut musim hujan tahun 2005. Ini mungkin salah satu saat paling menyenangkan selama saya bersekolah di smp. Walaupun cuaca pada saat itu hampir selalu mendung serta dihiasi hujan. Mendapatkan banyak teman baru yang membuat saya selalu bersemangat untuk datang ke sekolah. Lalu kita bernyanyi nyanyi. Saya sekarang menyesal mengapa pada saat itu saya tidak memulai kelas bernyanyi.
4. Musim panas tahun 2006:
saat saat kelas 2 smp adalah masa yang menyenangkan. Musim panas ini terasa sangat segar dan kegemaran saya untuk berduduk di taman firdaus smp5 selalu terasa seperti duduk di dasar kolam di tempat yang terik. Panas namun tetap sejuk dan segar.
5. Musim panas tahun 2007:
sebenarnya saya tidak terlalu ingin kembali ke masa ini. Namun saya merasa seharusnya pada saat ini saya memulai kelas bernyanyi. Tapi sudah terlambat
Tahun ini adalah tahun ganjil. Sampai saat ini saya belum merasa sesuatu yang sangat menyenangkan ataupun dapat menyejukkan hati yang panas. Ditambah pula dengan cuaca yang kurang menyenangkan. Semoga suatu saat nanti di tahun ini saya merasa senang.
1. Musim semi tahun 2001:
masa kanak kanak yang menyenangkan dan selalu dikelilingi dengan lagu lagu segar, membuat saya serasa tercebur ke dalam danau di suatu hari musim panas yang cerah. Walaupun pada saat itu adalah musim semi.
2. Musim semi tahun 2003:
jika suatu saat saya mendapat kesempatan untuk mencoba mesin waktu dan kembali ke masa lalu, mungkin saya akan segera memilih untuk kembali ke saat ini. Ini adalah salah satu musim semi terindah yang pernah terjadi di dunia. Matahari yang bersinar lemah setiap hari, angin musim semi berhembus ringan, lagu lagu pop yang terdengar seakan menceburkan saya ke dalam sebuah kolam renang yang menyegarkan. Mungkin itulah sedikit perincian klise nya
3. Musim gugur-dingin tahun 2005:
atau lebih baik disebut musim hujan tahun 2005. Ini mungkin salah satu saat paling menyenangkan selama saya bersekolah di smp. Walaupun cuaca pada saat itu hampir selalu mendung serta dihiasi hujan. Mendapatkan banyak teman baru yang membuat saya selalu bersemangat untuk datang ke sekolah. Lalu kita bernyanyi nyanyi. Saya sekarang menyesal mengapa pada saat itu saya tidak memulai kelas bernyanyi.
4. Musim panas tahun 2006:
saat saat kelas 2 smp adalah masa yang menyenangkan. Musim panas ini terasa sangat segar dan kegemaran saya untuk berduduk di taman firdaus smp5 selalu terasa seperti duduk di dasar kolam di tempat yang terik. Panas namun tetap sejuk dan segar.
5. Musim panas tahun 2007:
sebenarnya saya tidak terlalu ingin kembali ke masa ini. Namun saya merasa seharusnya pada saat ini saya memulai kelas bernyanyi. Tapi sudah terlambat
Tahun ini adalah tahun ganjil. Sampai saat ini saya belum merasa sesuatu yang sangat menyenangkan ataupun dapat menyejukkan hati yang panas. Ditambah pula dengan cuaca yang kurang menyenangkan. Semoga suatu saat nanti di tahun ini saya merasa senang.
Renungkan lalu komentar
Pernahkah kau bicara, tapi tak didengar? Tak dianggap sama sekali. Pernahkah kau tak salah, tapi disalahkan. Tak diberi kesempatan. Aku patung bagimu.
Paragraf di atas adalah penggalan dari syair lagu Agnes berjudul Teruskanlah. Saya bukan penggemar Agnes Monica, saya tidak menggandrungi musik mainstream pribumi dan saya lebih senang mendengarkan lagu lagu yang bertempo lebih cepat dengan syair yang lebih bermakna. Tapi cobalah ditelik sekali lagi syair tersebut. Pernahkah kamu merasakan hal serupa seperti yang tertera di atas? Pernahkah kamu merasa tidak adil atas sesuatu atau bahkan segalanya? Pernahkah kamu merasa orang lain menganggap dirimu tidak ada, seperti sebongkah benda mati yang tidak berguna? Pertanyaan yang diajukan tidak mengarah kepada soal percintaan atau tai busuk apakah itu. Cukup pada kehidupan sehari-harimu. Baiklah. Jika tidak pernah, selamat. Berarti kamu adalah orang yang beruntung. Tidak seperti aku.
Paragraf di atas adalah penggalan dari syair lagu Agnes berjudul Teruskanlah. Saya bukan penggemar Agnes Monica, saya tidak menggandrungi musik mainstream pribumi dan saya lebih senang mendengarkan lagu lagu yang bertempo lebih cepat dengan syair yang lebih bermakna. Tapi cobalah ditelik sekali lagi syair tersebut. Pernahkah kamu merasakan hal serupa seperti yang tertera di atas? Pernahkah kamu merasa tidak adil atas sesuatu atau bahkan segalanya? Pernahkah kamu merasa orang lain menganggap dirimu tidak ada, seperti sebongkah benda mati yang tidak berguna? Pertanyaan yang diajukan tidak mengarah kepada soal percintaan atau tai busuk apakah itu. Cukup pada kehidupan sehari-harimu. Baiklah. Jika tidak pernah, selamat. Berarti kamu adalah orang yang beruntung. Tidak seperti aku.
Langganan:
Postingan (Atom)
